• RIFAT RAIH RUNNER UP PACIFIC CUP – POSISI 5 DI APRC
  • 16 May 2011 , 8:06

    Perally Indonesia – Rifat Sungkar / Scott Beckwith dari team Pertamina Cusco Racing diatas kendaraan Mitsubishi Evolution X berhasil menmpati posisi runner up di Pacific Cup dan posisi 5 kejuaraan APRC – pada event International Rally of Queensland – Australia.

    Rally yang diikuti oleh 96 peserta ini diakui oleh para peserta, sebagai rally yang penuh dengan tantangan mengingat lintasan yang dilalui banyak tanjakan, tikungan dan “ bumpy/bergelombang – dimana jurang sedalam 300 meter terdapat disepanjang kiri dan kanan jalur.

    Rifat Sungkar, tidak mengambil resiko untuk melaju dengan kecepatan penuh, dikarenakan system rem pada kendaraannya tidak bekerja sempurna sejak Leg 1 dihari kedua (Sabtu 14/5).

    Rifat Sungkar dan navigatornya, Scott Beckwith yang membela tim Pertamina Cusco Racing menyelesaikan sekuruh lintasan rally of Queensland atau Rally Australia yg merupakan putaran kedua Asian Pacific Rally Championship (APRC) 2011 dengan hasil
    cukup memuaskan.

    Di ajang Pacific Cup, Rifat menempati posisi kedua alias runner up setelah pereli Inggris Mark Higgins dan pereli Indonesia lain, Subhan Aksa di tempat ketiga. Sementara di ajang APRC, Rifat finis kelima setelah Higgins, Gurav Gill (India), Taguchi (Jepang), dan Alister McRe (Inggris).

    Rally of Queensland yang digelar di daerah pengunungan Imbil sekitar 175 km dari kota Brisbane sejak Jumat dan berakhir pada Minggu (15/5) benar-benar menjadi reli yang terberat di tahun ini. Setidaknya, hal ini diakui nyaris seluruh peserta reli kali ini yang berjumlah 96 peserta. Reli kali ini pun mencatat rekor tersendiri di APRC karena bisa menembus angka 90-an peserta. Pasalnya, sepanjang gelaran APRC dan Pacific Rally, peserta terbanyak hanya sampai angka 70 peserta. Ini artinya, kualitas APRC dan Pacific Rally kali ini sudah di atas rata-rata. Rifat sendiri saat berlomba sejak Jumat begitu optimistis dengan reli kali ini.

    Tapi, karena terkendala problem pada system rem dikendaraannya sejak SS ketiga hingga berakhirnya rally yang menggelar 19 SS tsb, sehingga pereli yang disponsori Pertamina, Tag Heuer, dan Bullock’s Tool ini jadi tak bisa memaximalkan laju kendaraannya. Akibatnya, selisih waktu itu ikut berpengaruh hingga juara nasional delapan kali beruntun ini hanya bisa finis kedua di Pacific Rally dan kelima di APRC pada akhir lomba.

    Meski begitu, Rifat begitu bangga karena dari catatan panitia, ia merupakan satu-satunya pereli yang paling banyak mendapat aplaus dari penonton di lintasan aspal. Pasalnya, Rifat memamerkan keahliannya dalam drifting di depan ratusan penonton sejak lomba Jumat pada SS 1 dan 2 di lintasan aspal. Tak ayal, di hari kedua lomba pada SS 11 dan 12, yang juga digelar di lintasan aspal pada malam hari, penonton pun menunggunya untuk memamerkan aksi drifting-nya itu.

    Suport penonton kepada Rifat, didapat sejak diawal Rally dimulai dengan Super special stage ( SS 1 & SS 2) dimana pada lintasan aspal ia merupakan satu-satunya perally yang melakukan drifting.

    Dengan hasil runner up di ajang pacific dan kelima di pentas APRC, Rifatpun optimistis bisa lebih baik di empat seri tersisa sepanjang 2011, yang akan digelar di New Caledonia ( Juni), New Zealand ( Juli), Jepang ( Oktober) dan China ( Novrember)****