
Para pembalap Indonesia sukses ‘menggila’ di lintasan reli Australia setelah Rifat Sungkar-Scott Beckwith dan Subhan Aksa-Hade Mboi hari ini berurutan menempati podium kedua dan ketiga ajang Pacific Cup.
Dengan hasil itu, seperti dikutip dari keterangan pers yang dikirimkan tim manajemen Rifat dan sambungan telepon internasional, para pebalap Indonesia berhasil mewujudkan mengibarkan Sang Saka Merah Putih di podium.
Sementara pasangan Subhan Aksa-Hade Mboi yang membela tim Bosowa tak kalah mencuri perhatian bule-bule Australia karena melaju dengan mobil berkelir motif batik.
Pasangan Rifat Sungkar-Scott Beckwith yang membela tim Pertamina Cusco Racing berada di posisi kedua ajang Pacific Cup setelah pereli Inggris Mark Higgins.
Sementara untuk putaran kedua Asian Pacific Rally Championship (APRC) Australia atau rally of Queensland Rifat finis kelima setelah Higgins, Gurav Gill (India), Taguchi (Jepang), dan Alister McRe (Inggris).
Rally of Queensland yang digelar di daerah pegunungan Imbil sekitar 175 km dari kota Brisbane digelar sejak Jumat (13/5) dan berakhir pada Minggu (15/5) disebut Rifat benar-benar menjadi reli yang terberat di tahun ini.
Tidak hanya Rifat yang menyatakan demikian, menurut Scott Beckwith yang merupakan pebalap lokal, nyaris seluruh peserta reli kali ini yang berjumlah 96 peserta menyatakan hal serupa.
Reli kali ini pun mencatat rekor tersendiri di APRC karena bisa menembus angka 90-an peserta. Pasalnya, sepanjang gelaran APRC dan Pacific Rally, peserta terbanyak hanya sampai angka 85 peserta.
Ini artinya, kualitas APRC dan Pacific Rally kali ini sudah di atas rata-rata. Rifat sendiri saat berlomba sejak Jumat begitu optimistis dengan reli kali ini.
Sayang, seperti halnya balapan di Johor Baru, Malaysia mobil pasangan Rifat- Scott terkendala masalah teknis. Sejak SS ketiga, Sabtu (14 Mei) Mitsubishi yang mereka tunggangi mengalami gangguan pada pengereman.
Alhasil pereli yang disponsori Pertamina, Tag Heuer, dan Bullock’s Tool ini tak bisa mempercepat laju kendaraannya di hari kedua itu yang mengakibatkan selisih waktu mereka ikut berpengaruh hingga juara nasional tiga kali beruntun ini hanya bisa finis kedua di Pacific Rally dan kelima di APRC pada akhir lomba.
Meski begitu, menurut tim manajemen Rifat, Koko, Rifat bangga karena dari catatan panitia, dia merupakan satu-satunya pereli yang paling banyak mendapat aplaus dari penonton di lintasan aspal.
Pasalnya, Rifat memamerkan keahliannya dalam drifting di depan ratusan penonton sejak lomba Jumat pada SS 1 dan 2 di lintasan aspal.
Tak ayal, di hari terakhir lomba pada SS 11 dan 12, yang juga digelar di lintasan aspal, penonton pun menunggunya untuk memamerkan aksi drifting-nya itu. Rifat pun melakukannya dengan senang hati.
Menurut Rifat kepada wartawan lewat sambungan internasional, lantaran sejak hari pertama dia diberi sambutan luar biasa dan nyaris seluruh penonton meneriakkan kata-kata “we want more drifting, we want more drifting”, Rifat pun mengulanginya pada hari terakhir menjalani SS 11 dan 12.
“Mereka mungkin masih agak awam melihat aksi drifting sehingga mereka begitu gembira dan meminta saya mengulanginya lagi,” ujar Rifat, hari ini (15 Mei)
Lintasan yang begitu licin lantaran suhu dingin mencapai 5 derajat celcius membuat Rifat makin bersemangat dengan aksi driftingnya. Dengan hasil runner up di ajang pacific dan kelima di pentas APRC, pereli binaan utama tim Jepang ini pun optimistis bisa lebih baik di empat seri sisa sepanjang 2011
Kindest regards
RiFaT Sungkar




