• Formula Drift Asia 2010: Rifat Tidak Mau Salahkan Mobil
  • 22 Nov 2010 , 12:11

    BANGKOK (DP) — Kegagalan Rifat Sungkar masuk 32 besar pada babak penyisihan putaran kedua Formula Drift Asia 2010 di Bangkok, Thailand telah menyisakan beragam kekecewaan bagi publik di Tanah Air. Rifat yang diharapkan mampu mengibarkan bendera Indonesia tersingkir sebelum laga final. Dalam partai kualifikasi Rifat hanya mampu mendulang nilai 37 poin.

    Akibatnya, pecinta balap di Indonesia, Sabtu (20/11) kemarin, melemparkan ungkapan ketidakpuasan mereka melalui Facebook dan Twitter. Kebanyakan dari mereka mempertanyakan tentang prestasi yang ingin dikejar Rifat, rally atau drifting? Beberapa komentar berharap Rifat lebih baik fokus pada rally yang telah membesarkan namanya di kancah internasional.

    Menurut perally nasional ini kegagalan mencapai 32 besar pada FD Asia 2010 lebih karena masalah pada karakter mobil yang belum dikenalnya. Rifat yang turun dengan Toyota Trueno AE86 mengaku kurang memahami tipikal NOS (Nitrous Oxide Systems, peranti peningkat tenaga mesin) yang terpasang pada mobil tersebut.

    “Saya tidak mau menyalahkan mobil, meskipun saya akui karakter NOS membuat saya canggung,” ujar Rifat kepada Dapurpacu.com dalam sebuah komunikasi, Minggu (21/11) petang.

    “Saya hanya ingin menyalahkan waktu latihan yang kurang,” lanjut Rifat yang mengaku hanya memiliki waktu 1 menit 15 detik untuk mencoba Trueno AE86 berspesifikasi drift sebelum bertanding.

    Dijelaskan Rifat dirinya belum pernah mencoba NOS. Karekter NOS dikatakan Rifat sangat berbeda dengan pola kerja turbo yang lebih akrab dengannya di ajang rally.

    “Tenaga puncak turbo bisa dinaikkan secara gradual, tapi NOS begitu spontan dan cukup memainkan tombo ON-OFF,” terang drifter dari tim Prima XP Achilles Indonesia ini.

    “Kalau throttle (gas) kurang dari 80 persen hp (tenaga kuda) hanya mencapai 145. Tapi kalau di atas 80 persen tiba-tiba performanya jadi 220 hp.”

    Kerana karekter mobilnya tersebut, Rifat mengaku dirinya lebih senang apabila turun menggunakan mobil berperangkat turbo dengan spesifikasi tenaga mencapai lebih dari 300 hp. “Sulit mengharapkan persaingan karena semua mobil lawan di atas 350 hp. Mobil saya hanya 250 hp, meski dia tetap mobil yang bagus.”

    Sebelumnya, Rifat berjanji akan memberi kejutan kepada drifter Jepang dan Thailand yang diprediksi bakal mendominasi putaran kedua FD Asia 2010.

    Kekalahan Rifat di penyisihan FD Asia 2010 juga dibarengi dengan kegagalan drifter Indonesia lain, Rhenadi Arinton. Beruntung Indonesia masih menyisakan Adwitya Amandio yang Sabtu kemarin sukses menempati posisi 16 di 32 besar.

    Hingga berita ini diturunkan, Amandio bahkan telah berhasil masuk ke babak per 16 besar setelah siang tadi mampu menekuk andalan ke-17 Thailand. Selanjutnya, Amandio yang ikut disponsori Dapurpacu.com akan menantang drifter juara nasional Thailand, Saranon Pornpatanarak. [dp/GRG]
    taken from dapurpacu.com