
Jakarta/Jurnal Nasional
Pereli nasional Rifat Sungkar berharap dapat meraih posisi runner-up di akhir musim ajang Asia Pasific Rally Championship (APRC) 2010 ini. Harapan itu diimpikan Rifat menjelang melakoni seri ketujuh (terakhir) APRC yang akan berlangsung di Longyou, China, Sabtu-Minggu (6-7/11) mendatang. Saat ini Rifat berada di posisi ketiga klasemen APRC 2010 dengan 69 poin dibawah Katsuhico Tagushi (Jepang, 100 poin) dan Gaurav Gill (India, 97 poin).
Namun pereli yang tergabung dalam Pertamina PrimaXP Rally Team ini mengakui kalau mewujudkan target tersebut bukanlah hal yang mudah. Karena Rifat yang akan tetap didampingi navigator asal Australia, Scoot Bachwith ini harus meraih poin maksimal 31 poin di reli China itu. “Selain syaratnya harus menang di reli China yang mendapat 25 poin, juga harus memimpin di hari pertama dan kedua lomba untuk dapat meraih bonus 6 poin,” ujar Rifat kepada Jurnal Nasional di kantornya kemarin.
Dikatakan Rifat, dengan dibatalkannya seri keenam APRC yang seharusnya berlangsung di Makassar, Indonesia Sepetember lalu membuat dirinya rugi besar karena gagal mendapatkan poin. “Karena dari pengalaman sebelumnya selama tampil di Makassar membuat peluang juara dan meraih poin terbuka lebar. Tapi dengan batalnya seri Makassar membuat peluang mengejar runner-up di seri terakhir agak berat,” ujar Rifat yang akan tetap didukung Bullock Tools,Oakley dan Tag Heuer ini.
Oleh karena itu, modal menjadi juara di seri kelima di New Caledonia Agustus lalu dan finish podium ketiga reli China musim 2009 lalu akan dijadikan modal baginya untuk mewujudkan hal tersebut. “Tentunya dengan modal yang saya raih itu akan membuat saya untuk tampil fight di sepanjang lomba nanti,” ujar Rifat.
Bahkan rencana juara reli nasional musim 2005, 2007 dan 2008 untuk turun dengan mobil barunya Mitsubishi Lancer Evolution X yang pernah direncanakan untuk dipakainya di Indonesia dan China dipastikan tidak jadi. Di China nanti Rifat/Scoot masih mengandalkan Mitsubishi Lancer Evolution IX setir kiri yang disewanya dari Wan Yu Rally Team.
“Sangat riskan untuk memakai mobil baru di seri terakhir yang belum saya pakai di seri sebelumnya, sementara saya sedang berusaha untuk mengejar poin terbaik. Mungkin di musim depan baru bisa pakai Evo X,” ujar Rifat yang akan bertolak ke China pada hari Minggu mendatang dengan membawa empat mekanik dari Indonesia.
Selain cuaca yang sangat dingin di China, Rifat mengatakan, kondisi lintasan reli China sendiri akan ada empat Special Stage (SS) baru dan SS yang dipakai di musim sebelumnya, 40 persen jalannya sudah berubah menjadi beton yang dikombinasikan dengan gravel.
“Ini tentu akan menjadi sangat unik dan menarik. Karena beton akan lebih licin dibanding dengan aspal yang lalu dikombinansikan dengan gravel di tiap SS-nya,” ujarnya sambil menuturkan bahwa pemilihan ban yang tepat di reli nanti adalah berdasarkan temperatur cuaca, bukan berdasarkan keadaan jalan saja.
Selain itu menurutnya, reli tersebut akan dijadikanya sebagai ajang untuk menguji suspensi baru, yakni XTC dari suspensi Reiger yang biasa ia pakai. “Suspensi XTC ini biasa dipakai oleh tim Citroen WRC. Dan tentunya dengan menggunakan suspensi yang lebih baik, kami pun juga berharap meraih hasil yang baik juga,” ujarnya.
Noor Irawan